Jakarta, 19 Juli 2022 - Hari ini, sepuluh sekolah di lima provinsi di Indonesia bergabung menjadi bagian dari Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia. Hal ini secara formal ditandai dengan Penandatanganan Catatan Kesepahaman.
Kegiatan Penandatanganan Catatan Kesepahaman merupakan bagian dari komponen pembentukan kemitraan sekolah, sebagai langkah awal bagi sekolah baru untuk menjadi bagian dari Program BRIDGE yang telah berjalan selama 14 tahun. Proses pembentukan kemitraan sekolah merupakan proses awal dalam membangun kemitraan antara sekolah Indonesia dan mitranya di Australia.
Duta Besar Australia untuk Indonesia, H.E. Ibu Penny Williams PSM dalam sambutannya menyampaikan selamat atas terpilihnya kesepuluh sekolah baru ini. Ibu Duta Besar berharap bahwa sekolah, para pendidik, dan komunitas sekolah yang lebih luas akan mendapatkan manfaat dalam keikutsertaan mereka dalam Program BRIDGE. Beliau juga mengucapkan apresiasi beliau kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan teknologi dan para Kepala dan perwakilan Dinas Pendidikan atas dukungannya kepada sekolah BRIDGE yang sudah ada dan yang baru saja bergabung.
Pada kesempatan yang sama, Deputi Direktur Asia Education Foundation, Ibu Jennifer Star OAM menyampaikan selamat atas terpilihnya kesepuluh sekolah ini. Kesepuluh sekolah ini akan menjadi bagian dalam jaringan sekolah/madrasah dan pendidik BRIDGE di seluruh Kawasan Asia-Pasifik.
Turut hadir dalam kesempatan ini, Dr Praptono, Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Dan Tenaga Kependidikan, mewakili Dr Iwan Syahril Ph.D selaku Direktur-Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dr Praptono mengapresiasi upaya dan kerja keras sekolah dalam mengikuti proses seleksi ini, serta menitipkan pesan kepada sekolah agar mengimbaskan manfaat dari Program BRIDGE kepada komunitas yang lebih luas di luar sekolah masing-masing.
Setelah proses seleksi yang kompetitif, pada awal 2022, Program BRIDGE memilih sepuluh sekolah baru di Indonesia untuk menjadi bagian dari Program BRIDGE angkatan 2022. Setelah penandatanganan Catatan Kesepahaman, dua guru terpilih yang juga diumumkan dalam kesempatan ini akan mengikuti serangkaian kegiatan dalam komponen Program Pembelajaran Profesional (PLP). PLP akan mencakup kegiatan Pelatihan Pra Keberangkatan (PDT), workshop pembelajaran profesional, kunjungan sekolah mitra dan homestay. Seiring dengan transformasi digital dunia pendidikan dan dengan adanya Pandemi COVID-19, beberapa kegiatan yang semula direncanakan secara tatap muka akan disesuaikan ke dalam bentuk hibrid.
Adapun sepuluh sekolah tersebut adalah:
SD Telkom Padang, Sumatera Barat
SMA Negeri 7 Padang, Sumatera Barat
SMA Negeri 1 Bukittinggi, Sumatera Barat
SMP Islam Fitrah Al Fikri, Jawa Barat
SMA Negeri 3 Banjar, Jawa Barat
SMA Negeri 2 Batang, Jawa Tengah
SMP Islam Al Azhar 15 Cilacap, Jawa Tengah
SD Islam Terpadu Anak Sholeh, D.I. Yogyakarta
SMA Negeri 2 Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat
SMA Negeri 1 Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat
Sebagai dukungan untuk pengembangan Kemitraan Sekolah BRIDGE yang baru ini, perwakilan dari Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) dan Dinas Pendidikan terkait diundang dan hadir dalam kegiatan ini sebagai saksi.
Dalam kesempatan ini, Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Barat menyambut baik kabar gembira ini. Kepala Drs. H. Barlius, M.M menyampaikan bahwa “Program kemitraan ini bisa berkontribusi terhadap sekolah mitra” Kepala Sekolah SMAN 1 Bukittinggi berharap bahwa “Program kemitraan ini dapat berkelanjutan. ”
Kegiatan penandatanganan ini bertujuan untuk memastikan adanya kerjasama antara Program BRIDGE (yang diwakili oleh AEF) dan sepuluh sekolah terpilih dari Indonesia, terkait dengan partisipasi mereka dalam Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia. Prinsip-prinsip ini menetapkan bahwa sekolah yang berpartisipasi akan berkolaborasi secara berkelanjutan memberikan kontribusi untuk memastikan kelangsungan kemitraan internasional mereka. Dokumen ini juga menetapkan kewajiban dan tanggung jawab masing-masing pihak.
Note: Program Kemitraan Sekolah BRIDGE Australia-Indonesia didanai oleh Pemerintah Australia dan diimplementasikan oleh Asia Education Foundation (AEF) di bawah Asialink, University of Melbourne. Program BRIDGE menghubungkan komunitas sekolah di seluruh Indonesia dan Australia untuk mendukung pembelajaran kolaboratif dan pedagogi melalui kemitraan sekolah internasional. Sejak 2008 hingga 2021, Program ini telah menjalin 200 kemitraan sekolah dan mengembangkan kapasitas lebih dari 840 pendidik.